Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Book Review: Jaringan Ulama Timur Tengah & Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII Akar Pembaruan Islam Indonesia

 

                                          


                                                                    Penulis 

                                                Prof. Azyumardi Azra, Ph.D.,M.Phil.,MA.,CBE

                                                                      Pe-Review : Wahyudin

              ISBN 979-3465..46-8 297.9

             15x23 cm

              Xxxii, 484 hlm

                  Cetakan ke-1, Januari 2013



Karya spektakuler yang diraih ilmuan muslim ini sangat bermanfaat. Dekade tahun 1983 buku ini diterbitkan, menjadi rujukan utama bagi para peneliti dan pecinta pengetahuan. Hasil penelitian ini juga dibukukan dalam buku Bahasa Inggris dengan judul: The Origins of Islamic Reformism in Southest Asia: Networks of Malay-Indonesian Ulama in the 17th and 18th Centuries. Beberapa pointer dapat kita urai pada tulisan berharga ini:

 

Pertama, Azra menguatkan bahwa aspek pembahruan idealnya menjadi starting poin untuk mengulang kejayaan Islam yang dulu pernah terjadi. Secara historis yaitu abad ke-17 dan 18. Titik sentral jaringan ulama berada di Mekah dan Madinah, sebagai dua kota suci dalam pengembangan khazanah keilmuan Islam.

 

Kedua, secara universal pengembangan keilmuan berpusat di Timur Tengah sebagai awal kejaayan Islam. Dalam konteks historis, banyak ilmuan Jawi belajar di Haromain.  Secara terintegrasi, memiliki komitmen mengadakan pembaharuan Islam. Tentunya dengan pendekatan penuh kedamaian semagai realisasi Islam Rahmatan Lil Alamin.

 

Ketiga, dinamika ini terus berjalan di mana Haromain sebagai pusat peradaban. Sehingga jarngan ulama nusantara, secara kontinu belajar, mengaji, meneliti  yang kemudian sebagai bekal pengembangan keilmuan dalam konteks ke-Indonesiaan.

 

Keempat, sisi lain masih menurut Prof. Azra bahwa jaringan ulama sukses karena adanya kolaborasi antara ahli syariat dan pakar syufi sehingga wawasan keilmuan kian homprehensif. Bukti sejarah yaitu bersatunya pemikiran al-Qusyairi dengan al-Ghazali dan yang kontemporer yaitu Fazlur Rahman dengan neo-sufismenya. 

 

Jelaslah, bahwa Azra sebagai tokoh inspirator pemikiran berwawasan global. Sangat bermanfaat bagi para pecinta ilmu dan penliti. Di sisi lain sebagai bahan rujukan dan motivasi untuk lebih semangat menyiarkan keilmuan ke-Islaman  untuk masa yang akan datang.

 

 

 

7 komentar untuk "Book Review: Jaringan Ulama Timur Tengah & Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII Akar Pembaruan Islam Indonesia"

  1. problemnya adalah adanya kecemburuan dari pihak lain terhadap romantisme nusantara dan timur tengah (baca: Islam)

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Terima kasih Wi supportnya. Nih baru masuk di dunia website. Moga mengalirkan manfaat.

      Hapus
  3. Ma... sya... Allah.
    Mantap banget... terus berkarya. Semoga Pa H Wahyu jadi pengganti dan penerus Prof Azra dg pemikiran"nya ug brilian dan monumental. Trima kasih Kang Jiwah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hatur nuhun Kang Haji tos mensupport website saya yang seumur jagong. Mohon dukungan ti akang sareng rencangan di Sumedang.

      Hapus
  4. Masya Allah...tabarakallah ilmunya semoga bermanfaat. Terus menulis karena kata-kata dapat mengubah dunia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Bu Yeti penulis handal atas supportnya. Berkah selalu dengan karyanya.

      Hapus